Penyaringan untuk Kebijakan Plagiarisme
KEBIJAKAN PLAGIARISME DAN INTEGRITAS AKADEMIK
TAUTAN: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora berkomitmen menjaga integritas akademik, orisinalitas karya, dan praktik penerbitan ilmiah yang bertanggung jawab. Seluruh naskah yang masuk dapat diperiksa menggunakan perangkat lunak pendeteksi kemiripan, termasuk Similarity Check yang didukung oleh Turnitin, untuk mengidentifikasi potensi kemiripan teks dengan sumber yang telah diterbitkan atau tersedia untuk publik.
Laporan kemiripan digunakan sebagai alat pemeriksaan awal. Indeks kemiripan saja tidak dapat dijadikan bukti pasti bahwa plagiarisme telah terjadi. Setiap naskah dinilai dengan mempertimbangkan sifat, tingkat, konteks, pencantuman sumber, dan asal kemiripan yang ditemukan.
1. Kebijakan Plagiarisme Berdasarkan Tingkat Keparahan
Tindakan editorial ditentukan berdasarkan tingkat keparahan dan karakteristik plagiarisme yang ditemukan.
1.1. Plagiarisme Ringan
Plagiarisme ringan terjadi ketika sebagian pendek dari karya lain disalin atau digunakan tanpa atribusi yang sesuai, tetapi tidak melibatkan pengambilan gagasan orisinal yang substansial, temuan penelitian penting, atau data yang signifikan.
Tindakan editorial: Penulis akan menerima peringatan resmi dan diminta memperbaiki bagian yang bermasalah, mencantumkan sitasi yang sesuai, serta menggunakan tanda kutip apabila redaksi asli tetap dipertahankan. Naskah hasil revisi akan dievaluasi sebelum dipertimbangkan lebih lanjut.
1.2. Plagiarisme Sedang
Plagiarisme sedang mencakup penyalinan atau penggunaan substansial dari karya lain tanpa pengakuan sumber yang memadai, termasuk penggunaan teks atau argumentasi dalam jumlah signifikan tanpa atribusi yang tepat.
Tindakan editorial: Naskah akan ditolak. Penulis dapat dikenai larangan mengajukan naskah baru ke TAUTAN selama satu tahun, berdasarkan penilaian editorial terhadap keadaan dan tingkat keparahan pelanggaran.
1.3. Plagiarisme Berat
Plagiarisme berat mencakup pengambilan atau reproduksi tanpa izin atas gagasan orisinal, temuan penelitian, data, atau bagian substansial dari publikasi lain dengan menyajikannya seolah-olah merupakan karya sendiri.
Tindakan editorial: Naskah akan langsung ditolak. Penulis dapat dikenai larangan mengajukan naskah ke TAUTAN selama lima tahun setelah dilakukan penilaian editorial yang terdokumentasi terhadap kasus tersebut.
2. Pedoman Editorial Berdasarkan Indeks Kemiripan
Rentang indeks kemiripan berikut digunakan sebagai pedoman pemeriksaan awal. Keputusan editorial juga mempertimbangkan isi dan konteks teks yang cocok, kualitas sitasi, orisinalitas karya, serta sumber kemiripan.
| Indeks Kemiripan | Pedoman Tindakan Editorial |
|---|---|
| Di atas 40% | Naskah pada umumnya akan ditolak apabila laporan menunjukkan kemiripan substansial tanpa atribusi atau menimbulkan persoalan serius terkait orisinalitas. Skor tinggi tetap diperiksa berdasarkan konteks dan tidak otomatis dianggap sebagai bukti plagiarisme. |
| 20–39% | Naskah akan dikembalikan untuk direvisi apabila ditemukan kemiripan substansial atau pencantuman sumber yang tidak memadai. Naskah dapat dipertimbangkan kembali setelah penulis memperbaiki sitasi, kutipan, dan parafrasa. |
| 20% atau kurang | Naskah dapat melanjutkan ke tahap penilaian editorial berikutnya apabila tidak ditemukan persoalan signifikan terkait atribusi atau orisinalitas. Perbaikan kecil pada sitasi atau kutipan tetap dapat diminta. |
Indeks kemiripan yang rendah tidak otomatis membuktikan orisinalitas, sedangkan indeks yang tinggi tidak otomatis membuktikan plagiarisme. Tim editorial akan memeriksa laporan dan menentukan tindakan yang sesuai berdasarkan bukti yang tersedia.
3. Plagiarisme dan Integritas Akademik
Plagiarisme adalah penggunaan gagasan, informasi, data, atau redaksi dari sumber lain tanpa pengakuan sumber yang semestinya. Baik dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja, plagiarisme merupakan pelanggaran serius terhadap etika akademik dan tidak diperbolehkan dalam penerbitan ilmiah.
Sitasi harus dicantumkan setiap kali penulis menggunakan informasi spesifik dari sumber lain. Hal ini mencakup nama, tanggal, tempat, statistik, temuan penelitian, dan informasi faktual lainnya. Informasi yang benar-benar merupakan pengetahuan umum mungkin tidak memerlukan sitasi. Namun, suatu informasi tidak otomatis menjadi pengetahuan umum hanya karena disebutkan dalam beberapa sumber. Jika ragu, penulis sebaiknya tetap mencantumkan sumber yang relevan.
Apabila penulis menggunakan gagasan atau pendekatan yang dikembangkan oleh pihak lain, termasuk interpretasi data, pendekatan metodologis, kerangka teoretis, atau argumentasi, sumber aslinya tetap harus diakui meskipun gagasan tersebut kemudian dikembangkan, dimodifikasi, atau dikritisi.
Apabila redaksi persis dari sumber lain digunakan, penulis harus menandai kutipan secara jelas dan menyertakan sitasi yang sesuai. Kutipan langsung harus diberi tanda kutip atau disajikan sebagai kutipan blok sesuai kebutuhan, disertai informasi sumber yang relevan. Sitasi saja tidak cukup untuk membedakan redaksi yang disalin dari tulisan penulis sendiri.
4. Tindakan Editorial dan Koreksi Pascapublikasi
TAUTAN: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora berhak menolak naskah, meminta revisi, atau mengambil tindakan editorial lain yang sesuai apabila ditemukan plagiarisme, atribusi sumber yang tidak memadai, atau pelanggaran integritas akademik lainnya.
Apabila pelanggaran ditemukan setelah artikel diterbitkan, jurnal dapat menerbitkan koreksi, pernyataan keprihatinan (expression of concern), atau pencabutan artikel (retraction), sesuai dengan sifat dan tingkat keparahan masalah. Keputusan diambil setelah pemeriksaan bukti yang memadai dan mengikuti kebijakan etika publikasi jurnal.
Penulis yang memerlukan penjelasan mengenai praktik sitasi, laporan kemiripan, atau kebijakan plagiarisme ini dipersilakan menghubungi kantor editorial jurnal.
TAUTAN menjunjung tinggi integritas akademik dan mengharapkan seluruh penulis mengirimkan karya orisinal, mengakui kontribusi pihak lain, serta menerapkan praktik penelitian dan publikasi yang bertanggung jawab.










